Banjarbaru –
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sangat
dibutuhkan di masa-masa awal masuk sekolah dan SD
Islam Integral, alhamdulillah pada awal pertengahan Juli sudah melaksanakan
MPLS, kegiatan ini tujuannya untuk
mendukung proses pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah adalah kegiatan pertama masuk sekolah untuk
pengenalan program, sarana dan prasarana sekolah, cara belajar, penanaman
konsep pengenalan diri, dan pembinaan awal kultur (budaya) sekolah di
lingkungan SD Islam Integral Hidayatullah Banjarbru.
Masa Pengenalan
Lingkungan Sekolah (MPLS) seyogyanya dimulai pada 11 Juli 2022, berhubung di SD
Integral karena bersamaan dengan Para Pendidik yang juga masih ada urusan yayasan
di luar kota, sehingga pelaksanaan MPLS baru berjalan efektif usai Idul Adha.
SD Islam Integral
Hidayatullah Banjarbaru merupakan salah satu sekolah terdepan dalam
melaksanakan Pendidikan Karakter yang religius dan beradab dengan motto sekolah
“.
Kepala Sekolah SD Islam
Integral Hidayatullah, Sarpani, S.Psi mengatakan MPLS kali ini dilakukan secara
offline atau tatap muka.
Pelaksanaan MPLS berlangsung selama tiga hari, Senin – Rabu, (18-20 Juli 2022) dan mengusung tema “ Educate Wholeheartedly with exemplary”, (Mendidik Sepenuh hati dengan keteladanan) yang bertempat di indoor dan outdoor sekolah meliputi materi :
1. Visi Misi & Struktur Kurikulum2. Pengenalan Guru dan Siswa3. Cara Belajar Efektif4. Pendidikan Karakter5. Kegiatan Kesiswaan6. Kecakapan Hidup7. Pengenalan budaya dan lingkungan sekolah
Pada apel pembukaan
Kepala Sekolah menyampaikan bahwa kegiatan MPLS ini diikuti oleh 84 peserta yang
terdiri dari lulusan siswa TK Yaa Bunayya, TK sekitar Kota Banjarbaru dan TK
hasil dari seleksi PPDB tahun ini, tak lupa kaka-kaka senior turut meramaikan
acara MPLS.
Pada kesempatan itu
Kepala Sekolah juga meyakinkan kepada peserta bahwa kegiatan ini semata-mata
bagaimana siswa/i mengetahui budaya dan karakter dilingkungan sekolah selain
juga mengajak untuk tidak melakukan perundungan (bullying) sehingga mereka akan
bisa menikmati proses kegiatan dari awal hingga akhir kegiatan dengan perasaan
menyenangkan dan penuh keramahan.
“Selama tiga hari kegiatan
MPLS seluruh peserta telah
mengikuti dengan tertib dan menyenangkan,”
ucapnya.
“Tahun ini ada pengenalan lingkungan sekolah secara integral dan menyeluruh, baik secara fisik seperti ruang-ruang bangunan, sarpras maupun non fisik seperti visi misi sekolah, struktur kurikulum, dan lain-lain,” tukasnya.
Sebelum ada MPLS,
kegiatan pengenalan lingkungan sekolah dikenal dengan berbagai nama seperti
Masa Orientasi Siswa (MOS) atau Masa Orientasi Peserta Didik Baru (MOPDB).
Kepala Sekolah
mengatakan bahwa kunci dari MPLS adalah memberikan pengenalan terhadap
lingkungan dan situasi satuan pendidikan dengan cara-cara menyenangkan, tanpa
adanya perpeloncoan dalam arti bebas bullying.
“Kunci di dalam masa
pengenalan lingkungan sekolah bagi peserta didik baru ini adalah bagaimana
peserta memahami lingkungan situasi yang baru dengan nuansa
penuh keramahan dan keteladanan,” katanya.
Tentu, penyampaian
dari Kepala Sekolah mempertegas bahwa kegiatan
yang dibuat dalam bentuk kreativitas dan model kegiatan yang edukatif sehingga
peserta didik baru saat memasuki tahap awal pada lingkungan sekolah yang baru
itu merasa nyaman dan penuh kekeluargaan.
Selain itu panitia juga
memberikan kesempatan bagi peserta untuk membuat inovasi-inovasi sederhana
seperti display kelas (cara untuk mendesain, menyusun dan
mengatur seluruh barang yang ada di kelas agar kelas menjadi nyaman untuk
belajar)dengan melibatkan guru dan siswa-siswinya,dan kegiatan
literasi maupun kegiatan lainnya pada beberapa materi
yang disampaikan di kegiatan MPLS.
Salah satu contohnya pada
kegiatan literasi, seluruh peserta yang
terbagi kedalam kelompok kecil mereka diminta untuk
masing-masing siswa membawa buku bacaan dari rumah untuk kemudian dari
perwakilamn kelompok membacakan dan menceritakan ulang dari hasil telaah mereka
terhadap sebuah cerita yang ada di dalam buku tersebut dan ini dipandu oleh
Wali kelas masing-masing, kegiatan literasi ini akan terus dilaksanakan dengan
jadwal yang telah disepakti bersama.
Dari kegiatan tersebut tujuannya untuk menumbuhkan minat dan bakat yang nantinya akan terbiasa untuk membuat resume kedalam karya tulis. “ Tentu harapannya untuk jangka panjang muncul karya-karya inovatif peserta yang tumbuh dari bakat maupun minat yang sudah dirancang dari awal ,” pungkasnya dengan penuh keyakinan. (Arpan-Red)
.jpeg)
.jpeg)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar