welcom

SELAMAT DATANG DI WEB SD ISLAM INTEGRAL HIDAYATULLAH BANJARBARU KALIMANTAN SELATAN

Kamis, 11 Agustus 2022

JASMERAH ala SD Islam Integral Hidayatullah Banjarbaru

 

Sebanyak 40 siswa Kelas 1,2 dan 3 Sekolah Dasar (SD) Integral Hidayatullah Bjb mengadakan fieldtrip (kunjungan) ke Museum Lambung Mangkurat, Rabu (10/08/2022). 

Fieldtrip ke Museum Lambung Mangkurat mengambil tema besar Jas Merah, ‘Jangan Meninggalkan Sejarah’.

“Kita mengadakan fieldtrip ke Museum Lambung Mangkurat sesuai dengan tema pembelajaran di tema 1 kelas 1,2 dan 3, tema pembelajaran wisata” kata Nur Hidayah, S.H.I walas kelas 2 SD Integral Hidayatullah Banjarbaru.

Sedangkan walas kelas 1 Sukarni, S.E menjelaskan “untuk kelas kami di kelas 1 siswa-siswi bisa mengenal cagar alam dan budaya Banjar Kalimantan Selatan”.

Kalau kelas 3 siswa-siswi diharapakan bisa mengenal perkembangan dan pertumbuhan makhluk hidup,” lanjut dari keterangan Shofia wali kelas 3.

Setibanya pukul 08.40 wita rombongan SD Integral Hidayatullah di depan Museum langsung disambut oleh Bapak Muhammad Taufik selaku Pamong Budaya, Selly Juanisa, dan Nordiansyah sebagai Pemandu dari Museum. Syafardi Husain selaku Ketua Pelaksana fieldtrip SD Integral pun di sela-sela pertemuan memberikan majalah Suara Hidayatullah dan plakat ucapan terimakasih atas diterimanya siswa-siswi SD Integral Hidayatullah. 

Usai acara seremonial, siswa-siswi dibagi menjadi dua kelompok, untuk kelompok pertama terdiri dari kelas dua dan tiga sedangkan kelompok dua khusus kelas satu.

“Ayoo..ade-ade sudah siap?, siaap!”..jawab anak-anak dengan penuh semangat dan serempak. Nanti kaka jelaskan di dalam untuk setiap gambar dan benda-benda yang kita temui, tapi ingat ya barangnya jangan disentuh ya, siap!” seru kaka Selly Juanisa, selaku pemandu Museum Lambung Mangkurat. “siap!” jawab anak-anak denga penuh kekompakan.

Di Museum anak-anak belajar untuk mengenal mulai dari koleksi benda bersejarah tentang masa-masa pra sejarah, jenis-jenis alat-alat berburu, hewan-hewan, kerajaan-kerajaan yang pernah ada di Kalimantan Selatan dan jejak penjajahan Belanda, tak lupa mereka juga dikenalkan dengan tokoh spiritual Kalimantan Selatan yaitu Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari (1710-1812).

Usai berkeliling mengekplorasi benda-benda bersejarah dari ruangan lantai dua kurang lebih selama satu jam setengah, anak-anak kembali ke bawah untuk rehat sejenak sambil menikmati minuman dan makanan ringan.

“Wah seru ya”, celetuk beberapa anak-anak, sembari membuka botol air minumnya dan beberapa yang lainnya mengambil tasnya.  

“Alhamdulillah dalam mengikuti kegiatan fieldtrip ini ananda tampak sangat antusias, melihat benda-benda bersejarah khususnya budaya yang ada di Kalimantan Selatan. Dan yang tidak kalah penting juga adalah menumbuhkan rasa nasionalisme dan kebangsaan karena melihat secara nyata bukti atau catatan sejarah yang telah ditorehkan oleh para pejuang dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Hal ini tentu sangat penting sehingga generasi harapan bangsa dan umat akan selalu mengingat sejarah dan memiliki rasa cinta yang besar pada bangsanya sendiri, sebagaiman pesan Bung Karno Jas Merah ‘jangan sekali-kali meninggalkan sejarah’, ayo mari belajar sejarah!” Pesan Kepala Sekolah SD Islam Integral Hidayatullah kepada Para Pendidik, anak-anak dan para pembaca semua. (Arpan-red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Admin

Admin
Ust. Arpan

Web Archive

Majalah Hidayatullah

Majalah Hidayatullah
Langganan Hub Ust. Bardi : 081253995353

Popular Posts

Fans Page

Recent Posts

Text Widget